Panduan Lengkap Sholat Taubat Nasuha Sesuai Sunnah (Tata Cara, Doa, Niat)

Sholat Taubat – Bismillahirrohmanirrohim.. 

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat (memohon ampun)”

Siapa sih orang yang gak punya dosa, merasa dia gak ada salah sama sekali, tidak pernah merasa berbuat kesalahan sedikitpun, pastinya tidak ada. Semua orang memiliki dosa masing-masing. Bahkan jika ada orang yang merasa dia tidak punya dosa sama sekali, saat itulah dia berdosa.

Nabi Adam as. sekalipun melakukan dosa dulunya, yang membuat dia diturunkan dari surga. Namun Allah Maha Pemaaf. Ada pintu yang terlebar luas dan tak berujung, menunggu bagi hamba-hambaNya yang ingin memohon ampunan dan bertaubat kepada-Nya. Dan itulah sebaik-baik orang yang berbuat dosa.

Nah berikut ini penulis akan memberikan ulasan lengkap mengenai tata cara sholat taubat, niat, doa dan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat taubat. Semoga bisa membantu dan memberikan wawasan bagi kalian semua yang ber-ikhtiar untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

Makna Sholat Taubat

sholat taubat

Secara Bahasa, at-Taubah berasal dari kata تَوَبَ yang artinya kembali. Dia bertaubat, artinya ia kembali dari dosanya (berpaling dan menarik diri dari dosa). Taubat adalah kembali kepada Allah dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya selalu melakukan dosa lalu melaksanakan semua perintah Allah Azza wa Jalla .

Secara Syar’i, taubat adalah meninggalkan apa-apa yang dilarang karena takut pada Allah, beranggapan bahwa hal itu buruk dan salah, menyesali perbuatan salah dan maksiatnya, berkeinginan kuat untuk tidak mengulangi semua perbuatan buruknya, dan memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya.

Nah, kurang lebih seperti itu definisinya.

Karena kita fokus ke pembahasan bagaimana cara sholat taubat, penulis akan menjabarkannya detail apa saja dan bagamana sih cara agar kita bisa taubat yang benar itu.

Sebagai awal, coba deh kalian dengarkan penjelasan yang bagus banget dari Buya Yahya berikut ini. Bagus banget menjelaskan tentang taubat. Sayang banget kalau kalian gak sempet nonton. Durasinya cuman sekitar 5 menit.

Tapi kalo kalian gak bisa nonton, atau gak ada paketan, ya udah lanjutin membacanya saja

Cara Sholat Taubat

Sholat taubat adalah sholat sunnah dua rakaat yang pengerjaannya sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Tidak ada perubahan yang signifikan dari pengerjaan sholat sunnah taubat.

Seringnya sholat taubat ini difungsikan sebagai salah satu cara dan ikhtiar seorang muslim untuk bertaubat dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukannya. Tidak harus menunggu dia berbuat dosa besar, baru dia melaksanakan sholat taubat. Kapanpun seorang muslim dapat melaksanakan sholat ini.

Tata cara sholat taubat seperti sholat sunnah pada umumnya. Syarat sah dan rukun-rukun yang ada pada sholat sunnah harus di jalankan. Lebih lengkapnya seperti ini urutannya,

  • Niat, (diniatkan untuk melaksanakan sholat taubat)
  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Istiftah/iftitah (Sunnah)
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca sebagian surat/ayat dari Al-Qur’an
  • Ruku’ (Membaca Tasbih ruku’ tiga kali)
  • I’tidal (Membaca doa i’tidal “Robbanaa lakal hamd)
  • Sujud (Membaca tasbih sujud tiga kali)
  • Duduk diantara dua sujud (Membaca doa “Robbighfirlii Warhamnii”)
  • Sujud kedua (Membaca tasbih sujud, tiga kali)
  • Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan diatas
  • Tasyahud akhir (Membaca bacaan tasyahud akhir)
  • Salam
  • Berdoa mohon ampunan

Jika tata cara yang harus dilaksanakan dalam sholat taubat sudah dilaksanakan, InsyaAllah tinggal menjaga dan istiqomah selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan maksiat, serta selalu memohon ampun kepadaNya. InsyaAllah maka tobat kita akan diterima.

Ada tips jika mana kita masih belajar dan masih berjuang dalam keistiqomahan kita, untuk berusaha menjadi lebih baik, namun kita gagal. Dosa itu terlaksana lagi dan lagi. Seolah-olah kayaknya percuma deh taubat.

Nah.. Gak boleh gitu. Jadi Baca sampai habis pembahasannya.. okee..?

Niat Sholat Taubat

niat sholat taubat

Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’alaa

“Aku berniat shalat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Niat dalam melaksanakan sholat ini hukumnya wajib. Harus diniatkan dengan bersungguh-sungguh. Dengan begitu, semoga apa yang kita usahakan dengan sungguh-sungguh menjadikan Allah ridho dan menerima taubat kita.

Kenapa harus ada niat?

Seperti yang telah kita tahu, sebab karena niatlah yang membedakan kita mendapatkan fadhilah dan pahala amalan tersebut.

Misal, dalam sholat fardhu antara sholat dhuhur sama sholat asar, rokaat untuk menjalankan 2 waktu sholat ini adalah sama. Yang membedakan adalah “niat”.

Niat di dalam hati bahwasanya kita ingin taubat, kita ingin berubah lebih baik. Dan ingin kembali mentaati semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya.

Kalau pengucapan mau dikeraskan ataupun tidak, keduanya tidak mengapa. Yang mau dikeraskan ya tidak mengapa, tidak pun ya tidak masalah.

Dan masalah waktu pengucapannya atau niatannya, yaitu ketika hendak takbirotul ihram.

Doa Sholat Taubat

doa sholat taubat

” Ya Allah yang maha agung, tiada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah, Dzat yang maha hidup kekal abadi dan secara terus menerus mengurus makhluknya tanpa pernah berhenti. Aku bertaubat kepada Allah, mengakui segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat. Terimalah taubatnya hamba yang dzolim ini, yang tidak memiliki kuasa atas dirinya sendiri untuk berbuat mudharat atau memberi manfaat, untuk mati, hidup atau bangkit nanti.”

Doa di atas bisa menjadi salah satu doa yang diamalkan setelah selesai sholat. Baca sebanyak-banyaknya sebisa kita.

Dengan rasa menyesal atas apa yang kita perbuat, dan membaca doa diatas. Maknai dan resapi serta hafalkan doa tersebut.

Setelah melaksanakan runtutan sholat taubat sampai dengan doa ini, tidak bisa disamadengankan bahwa kita sudah bertaubat. Dosa kita sudah dihapus. Tidak bisa.

Karena makna dari taubat sendiri adalah menyesal dan berjuang tidak akan melakukan dosa itu lagi.

Tidak ada yang tahu apakah kita sudah dimaafkan dan diterima taubat kita atau belum. Seorang hamba hanya disuruh untuk berikhtiar, berusaha semampu dia. Yang menentukan tetap Allah.

Oleh karena itu, tidak bisa setelah kita melaksanakan sholat taubat ini, terus kita berbuat dosa lagi. Dengan harapan, “ahh.. entar tinggal sholat lagi, beres.”

Gak bisa.. ya.

Doa Sayyidul Istighfar

doa sayyidul istighfar

“Ya Allâh, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak untuk disembah dengan benar kecuali Engkau. Engkaulah yang telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi ketentuan dan perjanjian-Mu, dan janji-Mu sebisa mungkin aku lakukan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan amal perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah diriku. Karena tiada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau.”

Bacalah doa ini sesering mungkin yang kalian bisa. Bisa juga menjadi salah satu doa setelah sholat. Entah itu sholat fardhu, sholat tahajud, maupun sholat dhuha.

Isi fadhilahnya yang begitu dahsyat menjadikan seakan-akan doa ini harus menjadi salah satu doa yang rutin untuk  dijadikan amalan harian.

Dalam hadist yang panjang, yang artinya :

(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga”

Hadist ini shoheh, bisa kalian cek di sumber-sumber lain yang menjelaskan tentang keutamaan doa sayyidu istighfar.

Dari namanya saja sudah menjelaskan, rajanya istighfar. Pokok, induk, yang paling power full. Apalagi sebutannya? Intinya istighfar yang paling tinggi kedudukannya adalah Sayyidu Istighfar.

Kalian harus hafal doa ini.

Waktu Sholat Taubat

sholat taubat

Untuk sholat sunnah taubat ini tidak ada waktu khusus untuk menjalankannya. Kapanpun bisa melaksanakan sholah sunnah taubat. Kecuali waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat, ya itu jelas semua sholat tidak boleh. Misal waktu terbit dan terbenamnya matahari.

Berbeda dengan sholat sunnah dhuha ataupun sholat tahajjud, yang memiliki waktu khusus untuk menjalankannya. Namun dalam ceramahnya, Ust Abdul Somad menyarankan untuk melaksanakannya pada malam hari. Karena dimalam hari suasana lebih tenang, bisa meresapi dan mengingat dosa-dosa yang telah lampau.

Baiknya, sholat sunnah taubat ini dilaksanakan sesegera mungkin ketika kita khilaf dan telah melaksanakan maksiat atau dosa, entah itu sengaja maupun tidak.

Bisa juga kita lakukan ketika kita baru ingat pernah melaksanakan dosa di masa lampau, dan belum sempat untuk memohon ampun.

Sebagai mana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Bakar As Shiddiq:

“Tidaklah seorang hamba melakukan suatu dosa, kemudian ia bersuci dengan baik dan berdiri melakukan shalat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau (Abu Bakar) membaca ayat: “Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri mereka ingat Allah, kemudian memohon ampunan atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak melanjutkan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.[QS. Ali Imron: 135]” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395.

Dalil lainnya mengenai orang yang berbuat dosa adalah seperti hadist dibawah ini,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

Sholat Taubat Nasuha

Taubat nasuha adalah sebuah istilah yang mana bagi seorang muslim harus melakukan taubatan seperti ini. Bukan yang abal-abal. Arti dari taubat nasuha sendiri ialah taubat yang sebenar-benarnya. Taubat yang sesungguhnya.

Nah sebenarnya saat kita menjalankan sholat taubat, jika juga harus disertai dengan niatan bertaubat yang sebernar-benarnya. Yakin dalam dari berazam agar tidak melakukan dosa yang lampau lagi.

Karena satu-satunya cara atau jalan taubat kita diterima adalah dengan bertaubat yang sungguh-sungguh. Tidak mungkin diterima taubat kita jika kita memiliki niatan untuk bermaksiat lagi.

Misal nih, hari ini melakukan sholat sunnah taubat, terus berniat bahwa besok atau lusa ingin bermaksia. Contohnya zina, mencuri, dan lain sebagainya. Yaa tidak bisa dikatakan taubat yang seperti itu. Karena makna taubat adalah kembali ke jalan yang lurus dan berusaha tidak melakukan maksiat lagi.

Untuk cara sholat taubat nasuha sama seperti yang sudah penulis sajikan diatas. Namun jika lebih lengkapnya agar kalian tidak keliru dalam menjalankan taubatan nasuha, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Berikut adalah syarat taubat nasuha:

1. Ikhlas karena Allah.

2. Menyesali kesalahan dan dosa-dosanya yang telah lalu dan bertekad tidak akan mengulanginya lagi. Sebagaimana yang dikatakan oleh Malik bin Dinar, “Menangisi dosa-dosa itu dapat menghapus dosa-dosa sebagaimana angin dapat mengeringkan daun yang basah.”[Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali]. ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud juga mengatakan bahwa cara bertaubat adalah dengan menyesal.

3. Tidak terus menerus melakukan perbuatan dosanya saat ini. Maksudnya, apabila melakukan dosa, maka dengan segera ditinggalkan, dan apabila meninggalkan suatu kewajiban, maka dengan segera kembali menunaikannya. Dan apabila berkaitan dengan haknya manusia, maka dengan segera melaksanakannya atau meminta maaf.

4. Bertekad seteguh mungkin tidak akan mengulangi kesalahan dan dosa-dosa yang telah lalu.

5. Taubat dilakukan pada waktunya, yaitu waktu diterimanya taubat (sebelum ajal menjemput atau sebelum matahari terbit dari arah barat).

Ampunan Allah itu Luas

Jika engkau seorang pendosa dan ingin kembali mendekat kepada Allah, jangan ragu akan keluasan ampunan yang diberikan Allah. Jangan ragu. Sekali lagi jangan ragu.

Mungkin penulis tidak bisa menjelaskan dengan baik bagaimana dan apa yang harus dilakukan kita sebagai pendosa. Coba deh kalian lihat bentar aja, cuplikan video dari Ust Hannan Attaki berikut ini. Sumpah nyentuh banget.

Udah nonton belum? Harus nonton loh..

Mungkin ini sih yang bisa jadi sesuatu yang nendang banget buat kita yang beneran ingin berupah. Kadang kita itu yang aneh kok, Allah saja tidak pernah menyerah untuk mengampuni hambanya, malah hambanya yang menyerah untuk minta ampun kepada-Nya.

Penutup

Mungkin itu saja yang bisa penulis sampaikan. Semoga bisa menjadi salah satu wasilah untuk kita senantiasa bisa berubah dan menjadi lebih baik. Jika ada salah kata, salah pemahaman, dan tulisan, penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

Karena saya juga tidak lepas dari rasa salah. Semoga apa yang disampaikan disini benar. Dan hanya milik Allah lah kebenaran itu.

Jangan lupa juga baca artikel-artikel yang bermanfaat lainnya di ruangtanya.com.

Terimakasih! 🙂

Leave a Comment