Tata Cara dan Doa Sholat Istikharah Minta Petunjuk (Jodoh, Niat, Waktu)

Sholat Istikharah – Sholat istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang digunakan untuk memohon kepada Allah petunjuk atas pilihan yang sedang dihadapi oleh seorang hamba. Yakni pilihan yang belum dapat ditentukan baik maupun buruknya.

Saat dimana seseorang dihadapi dengan dua pilihan yang belum tahu isi atau apa yang ada dilamnya jika telah memasukinya, ragu-ragu, tidak tahu baik-buruknya, apakah harus dilanjut atau tidak, maka dalam urusan ini disunnahkan untuk sholat istikharah.

Contohnya semisal saat menentukan jodoh, atau suatu pekerjaan, atau kuliah diluar negri atau bahkan membeli suatu barang, dan lain sebagainya.

Lantas bagaimanakah doa sholat istikharah serta niat dan tata caranya?

Adakah waktu yang terbaik untuk melaksanakan sholat sunnah istikharah?

Mari kita pelajari bersama dalam artikel ini, yang akan membasas tuntas mengenai hal dan apa saja yang harus dilakuakan untuk melaksanakan sholat istikharah. Langsung saja..

Doa Shalat Istikharah

sholat istikharah
islamcendekia.com

Berikut ini adalah doa sholat istikharah yang diriwayatkan Iman Bukhari dari Jabir bin Abdullah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Latin :

Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudrotik, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘alaamul ghuyuub.

Alloohumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baariklii fiih.

Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdur lil khoiro haitsu kaana tsumma ardlinii.

Artinya :

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini* baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini* buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Ini*: Pada pelaksanaan doa istikharah, boleh juga disebutkan dengan khusus apa masalah atau pilihan yang sedang dihadapi untuk diminta petunjuk dari Allah. Bisa saat doa langsung ketika membaca arab-nya, atau juga ketika setelahnya, yaitu ketika doa dengan bahasa sendiri.

Doa istikharah ini dibaca ketika setelah menyelesaikan sholat sunnah, tidak di dalam sholatnya. Jadi setelah menyelesaikan sholat sunnah istikharah, barulah membaca doa istikharah.

Niat Shalat Istikharah

sholat istikharah

Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Aku niat shalat sunnah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala

Sebetulnya sholat istikharah bisa dikerjakan pada sholat sunnah yang mana saja. Inti dari istikharah adalah kita berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. yang biasa disebut doa Istikharah. Doa tersebut telah kita sebutkan diatas.

Namun jika memang ingin mengkhususkan untuk menjalankan sholat sunnah dua rakaat untuk istikharah, maka tidak mengapa.

Hal tersebut dijelaskan Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah bahwasanya istikharah bisa dikerjakan dengan melaksanakan sholat sunnah rawatib, tahiyatul masjid atau sholat sunnah lainnya.

Nah jika sholat sunnah khusus untuk sholat sunnah istikharah, maka cara niatannya seperti yang kita jelaskan diatas. Niat berada di dalam hati dan diiringi dengan takbiratul ihram.

Cara Shalat Istikharah

Pada pengerjaan sholat istikharah, tidak ada bacaan khusus yang harus dibaca saat melaksanakan sholat sunnah istikharah.  Jadi setelah membaca Al Fatihah, boleh membaca surat apa pun.

Namun menurut Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan disunnahkan membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.

Caranya pun seperti sholat sunnah pada umumnya. Dan seperti yang sudah kita sebutkan, bahwa sholat istikharah bisa dilaksanakan pada sholat sunnah lainnya, lalu dengan ditambah doa istikharah.

Dalam hadist Shahih Bukhari, :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami Surat Al Qur’an. Beliau bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan shalat dua rakaat selain shalat fardlu, lalu berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu… (dan seterusnya)…”

Untuk lebih mudahnya, tata cara sholat istikharah sebagai berikut :

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surat Al Kafirun
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surat Al Ikhlas
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Setelah itu membaca doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, disunnahkan sebelum dan sesudah doa tersebut untuk membaca hamdalah dan sholawat Nabi.

Waktu Sholat Istikhoroh

sholat istikharah

Pada dasarnya tidak ada keterangan khusus mengenai waktu yang harus dikerjakannya sholat istikharah. Waktu pengerjaannya sama seperti sholat sunnah lainnya, seperti sholat mutlak, sholat taubat dan lain-lain.

Namun sebaiknya dikerjakan pada saat malam hari. Hal ini disarankan dari para ulama’ karena malam hari terdapat suasana lebih tenang. Atau jika ingin lebih afdol, maka dikerjakan di sepertiga malam terahir. Karena pada saat itulah doa-doa menjadi mustajab.

Di waktu itu jugalah Allah turun ke langit dunia saat sepertiga malam yang akhir. Kemudian ia (Allah) berfirman: “Barangsiapa yang berdoa akan Aku kabulkan siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

Shalat Istikharah Jodoh

sholat istikharah

Seperti pembahasan kita di atas, bahwasannya sholat istikharah diperuntukkan untuk mendapatkan kemudahan dalam memilih suatu urusan. Agar kita dibimbing Allah dalam menentukan pilihan yang berat buat kita. Termasuk juga Jodoh.

Caranya sama saja seperti yang telah kita bahas diatas. Hanya tinggal ditambah masukan permohonan dipilihkan jodoh yang terbaik.

Jika kejadiannya telah ada dua orang, lalu ragu-ragu mana yang terbaik, maka berdoalah untuk dipilihkan Allah jodoh yang terbaik.

Jika pilihannya cuma ada satu, misal contoh seperti dijodohkan, lalu kita ragu-ragu apakah seseorang yang dipilihkan tersebut baik atau tidak, maka mohonlah kepada seseorang tersebut, bisa juga langsung disebutkan namanya. (contoh: hambamu yang bernama.. siapa)

Yah sama saja. Saran penulis pahami makna dari doa istikharah, insyaallah sudah lengkap dan cukup untuk memandu kalian untuk melaksan sholat istikharah.

Jawaban dari Sholat Istikharah

Lalu bagaimana Allah memberikan jawaban atas doa yang telah kita panjatkan?

Mengenai jawaban dari sholat sunnah istikharah ini, seringnya disampaikan lewat mimpi. Banyak kisah juga mengenai mimpi yang memberikan jawaban setelah melaksanakan sholat istikharah.

Misal perihal jodoh. Maka jawaban yang muncul adalah wajah/seseorang yang ada dalam mimpi kita.

Namun tidak selalu harus begitu.

Terkadang juga kita tidak akan diberi jawaban memalui mimpi. Tapi kita mendapatkan kemantapan hati untuk memilih suatu masalah kita.

Misal jodoh yang harus memilih salah satu calon pasangan kita. Mungkin tidak ada mimpi yang jelas setelah kita menjalankan sholat istikharah, tapi kita bisa lebih mantep memilih dari salah satu calon pasangan kita. (“Kok kayaknya yang ini deh jawaban dari doaku”, “kok yang itu agak kurang ya, ibu dan ayah juga kurang sreg, kurang mantep”)

Imam An Nawawi menjelaskan, “Setelah istikharah, seseorang harus mengerjakan apa yang dirasa baik untuknya. Di samping itu, hendaknya ia benar-benar bebas dari kehendak pribadi.”

Jika setelah menjalankan sholat istikharah namun belum mendapatkan jawaban, maka yang harus dilakukan adalah sholat istikharah lagi, lagi dan lagi. Sampai Allah memberikan jawaban lewat mimpi ataupun dengan kemantapan hati.

Seperti itu.. Wallahua’lam

Penutup

Mungkin itu yang bisa penulis sampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu menjawap apa yang kalian pertanyakan.

Apa-apa semua kebenaran dari Allah, dan salah dari diri saya sendiri. Jika ada salah kata, salah ketik maupun salah pemahaman, penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

Jangan lupa kunjungi dan baca artikel bermanfaat lainnya, di ruangtanya.com.

Terimakasih! 🙂

Leave a Comment